PMII UNILA : Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh

30 Apr 2020

Polemik Mudik Di Tengah Pandemi

(Rabu, 30 April 2020. Pukul 07.40)
Memang benar mengunjungi keluarga adalah suatu keingin yang tidak bisa di cegah, terutama pagi para pemudik. Mudik merupakan fenomena tahunan menjelang Hari Raya besar di Indonesia, terutama saat Hari Raya Idul Fitri. Namun mudik tahun ini menimbulkan polemik. Pasalnya, seluruh dunia kini tengah dilanda wabah Covid-19 yang persebarannya terjadi lebih cepat melalui mobilitas manusia. Disisi lain, masyarakat menilai mudik adalah momentum berharga, terutama bagi para pekerja, dan atau perantau yang sulit mendapatkan hari libur untuk berkumpul dengan sanak keluarga. 

Mudik di hari raya Lebaran, adalah peristiwa Sosio Kultural yang sudah menjadi tradisi di Indonesia. Banyaknya perantau yang kemungkinan besar mengikuti tradisi mudik ini dikhawatirkan akan menjadi transmisi lokal Covid-19 bagi masyarakat desa. Hal demikian tak terlepas dari nilai-nilai kekeluargaan, dan kekerabatan yang masih erat dan sangat dijunjung tinggi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi dengan menulari keluarga justru akan menimbulkan masalah baru. Setiap daya imunitas tubuh manusia jelas berbeda, bisa jadi kita yang terlihat sehat ternyata membawa virus Covid-19 tersebut. 

Daerah yang sebelumnya tidak terjangkit vuirus covid19 ini bisa ikut terjangkit akibat adanya kegiatan mudik tersebut. Tidak hanya keluaraga saja, orang-orang diperjalanan pun dapat tertular bahkan lebih parah lagi, satu kampung pun dapat tertular. Belum lagi jika pemudik tersebut dari daerah yang berada pada zona merah, seperti Depok, dan DKI Jakarta. Tentu saja, tingkat resiko penularannya sangat besar terjadi.
 
Diharapkan Setiap desa juga dihimbau untuk menyiapkan relawan pos jaga, guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 dan memantau mobilitas masyarakat. Adanya pembatasan arus mobilitas termasuk fenomena mudik, ini bertujuan untuk memutus rantai persebaran Covid-19, dan melindungi masyarakat baik yang berstatus sebagai perantau, maupun masyarakat tetap yang berdomisili di desa tersebut.

Selain itu, sahabat Julianto selaku ketua rayon PMII FKIP Unila juga mengatakan, bahwa “Tidak haya pemerintah saja yang harus berperan dalam penaggulangan covid-19 ini, tetapi perananan kita selaku kader PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang militan, kritis dan memiliki wawasan yang tinggi, juga diharapkan untuk dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat, agar dapat menjaga kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh dengan rajin berolahraga, serta tetap mengedepankan protokol kesehatan, guna meminimalisir akan terpaparnya Covid-19”.



Penulis:
Sahabati Evi Ardila
Sekretaris Bidang Keagamaan
PR. PMII Keguruan dan Ilmu Pendidikan 

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII

29 Apr 2020

Khataman Qur'an dan Doa Bersama Jadi Agenda Awal Kegiatan PMII FKIP Unila

Khataman Qur'an dan Doa Bersama Jadi Agenda Awal Kegiatan PMII FKIP Unila


DiRumahAja -Sambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H, Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung  Selenggarakan ”Khataman Quran, dan Doa Bersama” yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan PMII Rayon KIP di Bulan Suci Ramadhan 1441 H. (28/04/2020)

Agenda yang dilaksanakan di hari Ke 5 bulan Ramadhan ini, dilaksanakan secara Daring, kegiatan berlangsung mulai Pukul 21.30 WIB setelah melaksanakan shalat tarawih s/d selesai, Agenda ini diikuti oleh 21 peserta yang merupakan sebagian anggota PMII Rayon KIP dan merupakan salah satu program kerja Bidang Keagamaan yang diketuai Oleh Sahabat Muhammad Roma Firmansyah dan Sahabat Evi Ardila selaku sekretaris Bidang.

Ketua Pelaksana kegiatan Sahabat Roma (Pendidikan Geografi 2019) mengatakan “Khataman dan Doa bersama merupakan program kerja rutin yang diinisiai oleh bidang keagamaan, yang biasanya dilakukan secara bertatap muka, tetapi karena situasi yang belum memungkinkan akhirnya kita lakukan secara online, InshaAlloh tidak mengurangi sedikitpun semangat kita, terlebih kali ini dilaksanakan di Bulan Ramadhan, dimana setiap amalan ganjarannya dilipatgandakan” Pungkasnya

Senada dengan hal tersebut, Ketua PMII Rayon KIP sahabat Muhammad Julianto (PPKN 2017) menjelaskan dengan adanya agenda ini kita dapat memelihara dan terus menambah rasa Kecintaan kita terhadap Al Quran “Kegiatan ini utamanya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Ikhtiar kita dalam memohon perlindungan serta pertolongan ditengah Pandemi Covid-19, kegiatan ini juga menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Rayon di bulan Suci Ramadhan, InshaAlloh akan dilanjut dengan kegiatan Diskusi Online bertajuk DiskusiEmp4tJilid dan beberapa kegiatan sosial” Pungkasnya saat membuka kegiatan khataman LiveStreaming IG @pmii_fkip_unila.

Sahabat Suroto, S.Pd., M.Pd. selaku Pembina juga mengungkapkan beberapa harapan dan doa untuk PMII Rayon KIP UNILA “Semoga tetap Istiqomah dalam belajar dan berproses di PMII, terus menjaga dan melestarikan tradisi dan amaliah Aswaja NU dengan Program yang variatif dan berkualitas, semoga kita semua selalu sehat dan dapat segera bertemu kembali di berbagai kegiatan kedepannya” tutur Beliau saat diwawancarai Via WhatsApp.

Pewarta : Emi Mardiana

23 Apr 2020

Ramadhan Di Tengah Pandemi, Ini Yang Di Lakukan PMII Universitas Lampung.

Sambut bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah - 2020 Masehi, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lampung, sukses gelar “Sinau Pergerakan” atau diskusi secara online melalui Zoom Meeting Application.

Dilaksanakan pada 23-April-2020, agenda ini bertepatan dengan momentum hari pertama shalat tarawih. Berlangsung mulai Pukul 21.30 WIB, atau setelah usai melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah, agenda ini selesai pada pukul 23.00 WIB.

Dengan mengusung tema “Ramadhan Di Tengah Pandemi”, agenda tersebut merupakan hasil jalinan kerjasama antara Bidang Keagamaan, yang diketuai oleh Sahabat Yoga Aji Saputra, dan Bidang Eksternal, yang diketuai oleh Sahabat Ahmad Mustafa Azhom. 

Dalam agenda tersebut, PMII Universitas Lampung juga menghadirkan dua pembicara utama, yakni Sahabat Mutakin, S.P. / Demisioner Ketua PC. PMII Bandarlampung 2012-2013, yang juga salah seorang alumni dari PMII Universitas Lampung, sekaligus salah seorang Ketua Komisariat pada periode 2009-2010. Lalu kemudian ada Sahabat Perial Darma, S.Kom., yang juga merupakan seorang Demisioner Ketua PKC. PMII Lampung pada periode 2017-2019.

Selain dari pada untuk memfasilitasi sahabat-sahabat yang ada di jajaran rayon, guna dapat belajar bersama, agenda teersebut juga diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana silaturahim antar sesama warga pergerakan pada umunya, dan keluarga besar PMII Universitas Lampung pada khususnya.

Di pimpin oleh Sahabat M. Irfan Arrafi’I selaku moderator, agenda yang diikuti oleh sedikitnya lima puluh peserta tersebut sempat terkendala oleh jaringan yang terputus dan tidak stabil. Menginisiasi akan adanya hal tersebut, agenda kemudian dialihkan melalui WhatsApp Group guna dapat menuntaskan pembahasan yang ada.

Dalam pepembahasannya. Sahabat Perial Darma, selaku pembicara utama memaparkan, dan lebih banyak menyoroti tentang bagaimana PMII melalaui seluruh sahabat-sahabat yang ada, mampu meyikapi kondisi hari ini dengan sebaik mungkin dan sebijaksana mungkin. Tetap mematuhi anjuran pemerintah, dan membantu pemerintah untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan tetap menjalankan segala bentuk kegiatan dan aktivitas di rumah. 

Selain dari pada itu, ia juga berharap kepada seluruh peserta yang ada, untuk selalu menjaga pola hidup sehat dengan rajin berolah raga, dan lain sebagainya guna meningkatkan daya imunitas tubuh. Tak lupa ia juga berpesan, sebagai kader PMII kita semua juga harus mampu hadir ditengah masyarakat, guna memberikan edukasi-edukasi, dan pemahaman seputar perkembangan informasi Covid-19 serta bagaimana cara penanggulangannya.

Lampiran Kegiatan:


Penulis:
Admin

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII

21 Apr 2020

Mimpi Sejuta Dollar Meryy Riana, Untuk Anak Muda Agar Semangat Berkarya.

Merry Riana, lahir di Jakarta pada tanggal 29 Mei 1980. Ia terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya sebagai  pebisnis dan ibu rumah tangga. Riana “sapaannya” merupakan perempuan keturunan Tionghoa. Ia adalah anak sulung dari 3 bersaudara dan dia adalah perempuan sendiri diantara 2 saudaranya. 

Merry riana memulai pendidikan sekolah dasarnya di Don Bosco Pulomas kemudian melanjutkan SMP dan SMA di Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat.  Setelah tamat dari sekolah menengahnya tersebut, ia berkeinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi di Jakarta yaitu Universitas Trisakti.

Namun, karena adanya kerusuhan pada tahun 1998 ia mengurungkan niatnya. Dan pada akhirnya ia melanjutkan bangku kuliahnya di Singapura tepatnya di Nyanyang Technologycal University Singapore jurusan Electrical and Electronics Engineering . Alasan Riana mengambil jurusan ini karena ingin membantu ayahnya dalam menjalankan bisnis.

Perjuangan Merry Riana sewaktu menjalankan studynya di Singapura, sempat mengalami kegagalan dalam tes bahasa inggris dan kekurangan dana sehingga ia meminjam dana dari pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi pada saat ia lulus kuliah dan bekerja. Dengan dana sedemikian, ia harus bisa menghemat untuk bertahan hidup di negara orang. Ia bertekad harus bisa menggapai cita-citanya tersebut. Hal tersebut mendorongnya untuk bekerja mulai dari membagikan brosur di jalan, menjadi penjaga toko, dan menjadi pelayan bouqet di hotel. 

Meryy Riana pun mulai aktif mengikuti seminar bisnis dan melibatkan diri juga mengikuti organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Alasan Riana mengikuti semua itu karena ia merasa tak memiliki pengalaman tentang dunia bisnis. Dan pada suatu ketika ia mencoba peluang bisnis pembuatan skripsi, MKL (Multi Level Marketing) dan bermain saham. Namun semua itu tidak membuahkan hasil yang baik bagi dirinya. 

Mentalnya sempat jatuh pada saat itu, namun dia terus meyakinkan diri untuk tetap menjadi pebisnis (entrepreneur). Riana mulai belajar mengenai seluk beluk pasar. Hingga pada suatu ketika ia mencoba menjadi penasihat keuangan. Orang tua beserta saudara-saudaranya tak menyetujui keputusannya itu. Namun, ia tetap optimis karena usianya masih muda dan masih lajang sehingga ia akan lebih leluasa dan lebih berani dalam mengambil risiko.

Ia tak menghiraukan pengalaman-pengalamannya yang mengalami kegagalan. Karena baginya pengalaman buruk tersebutlah yang akan membawanya ke keberhasilan. Dia sungguh bekerja keras hingga 14 jam dalam sehari untuk menawarkan jasa asuransi di dekat MRT dan halte bus. Dengan usaha kerasnya itulah ia mampu melunasi hutangnya terhadap pemerintah Singapura yang senilai $40.000. 

Merry Riana memperoleh penghargaan sebagai Penasihat keuangan pada tahun 2003. Kemudian pada tahun 2004, ia dipromosikan sebagai manajer. Dari situlah Merry Riana memulai bisnis barunya dengan menyewa kantor dan meiliki karyawan sendiri. Ia kemudian mendirikan Merry Riana Orgnization (MRO) yaitu sebuah perusahaan jasa keuangan dan juga MRO Consultancy bergerak di bidang pelatihan, motivasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura.

Perusahaan ini memiliki program yang mulia yaitu pemberdayaan bagi perempuan dan anak-anak. Bahkan di lembaga ini anggotanya masih berkisar di usia 20-30 tahun. Keinginan Merry Riana tepat pada usia ke-30 bukan hanya berbagi dampak positif di Singapura saja, namun memberi dampak pada satu juta orang di Asia, khususnya di negara kelahirannya yaitu Indonesia. 

Pada tahun 2005, Merry Riana menerima penghargaan sebagai Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency. Dan berhasil melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan. Mimpinya untuk membuat dampak positif satu juta orang asia, terutama Indonesia di tuangkan dalam bukunya yang berjudul “ Mimpi Sejuta Dollar”. Buku tersebut telah menjadi National Bestseller karna dalam waktu 1 bulan dapat menark perhatian publik di Singapura dan Asia Tenggara dengan menghasilkan $1000000. 

Inilah sedikit ulasan kisah inspiratif, dari seorang mahasiswa yang tadinya meminjam sejumlah uang senilai $40.000.Namun berkat kegigihan dan sikap optimisnya ia mampu membayar hutang tersebut. Dan mampu menjadi influencer di negara dimana ia menempuh pendidikan tersebut bahkan di Asia Tenggara. Hingga saat inipun ia menjadi pembicara di berbagai seminar, perusahaan dan sekolah. 

Beberapa Kutipan motivasi dari Merry Riana “ berubahlah sebelum perubahan yang memaksa Anda” dan KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat BERGERAK, sebelum orang lain menjemputnya “
Kita muda, mari bergerak dan berkarya :-)



Penulis:
Kader Amatir

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII


19 Apr 2020

KEMBALI KE RAHIM IBU

Kehidupan selalu menyuguhkan sesuatu yang baru. Semua berjalan dengan sangat dinamis dan cepat. Tak ayal kehidupan kampus pun menjadi cerminan hidup dalam struktur kemasyarakatan yang sangat majemuk. Berbagai pikiran, aliran, latar belakang, sudut pandang, daya pikir, dan yang tak kalah penting adalah berbagai kepentingan saling berbaur menjadi satu. Semua ingin saling menggali pandangan baru yang harapannya akan menjadi pemecahan masalah nantinya. Dunia kampus dan keaktivisan sangat menarik untuk dipelajari dan dipahami lebih jauh. Dari sinilah muncul banyak tokoh-tokoh bangsa, lahir banyak pemikir dan pemimpin yang kuat akan segala suasana.

Berbaurnya berbagai pikiran menjadi satu adalah suatu keindahan jika dapat dari sudut yang benar, karena perbedaan memang sunatullah yang kita pahami bersama. Dari perbedaan-perbedaan pandangan akan muncul cara kerja baru dan cara pandang baru yang nantinya jika dikolaborasikan akan menjadi jalan keluar dari permasalahan. Pergerakan-pergerakan menuju arah ini sudah ada sejak berpuluh tahun yang lalu dan menjadi tonggak munculnya era baru yang lebih menjamin kebebasan seperti sekarang ini. Semua bergerak dengan satu tujuan meski dengan cara yang berbeda-beda namun tetap mengarah kepada kebaikan semua orang. Kini masa itu bergeser ke pundak generasi sekarang. Semua berubah seiring dengan panjangnya perjalanan. Semua dibumbui arah kemajuan walaupun sebenarnya maju dari pandangan satu pihak.

Subjektivitas sudah mulai merasuki pergerakan-pergerakan yang ada. Masing-masing mengutamakan siapa dan darimana lalu mau apa dan yang paling menyedihkan dapat apa. Dapat apa tak hanya mengarah pada materi belaka, namun bisa posisi, porsi, ataupun ukuran yang lain. Saya yakin sebagian besar dari kita paham itu, dan tahu itu. Masalahnya kita termasuk didalamnya atau tidak? Tentu Tuhan dan kita sendiri yang memahami. Dari berbagai kasus dan pengamatan yang saya lakukan pribadi, sebagian besar yang muncul dan menjadi pemegang “amanah” merasa ingin “dikenang” sehingga ramai-ramai saling menciptakan sesuatu yang baru walau terkadang melawan arus. Roh aktivis yang mengutamakan objektivitas bergeser sedikit demi sedikit mengarah subjektivitas. Latar belakang akademis terkadang menjadi bias karena kita tak dapat mencontohkan keobjektifan. Apa yang keluar dari lisan kita terkadang lebih abstrak dari abstraknya lukisan.

Kritik dan saran hanya menjadi pemanis perjalanan, karena kita banyak yang tahu bahwa kita sudah terlalu subjektif akan kebenaran. Banyak dari kita menggemborkan kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan. Saya yakin, ketika membaca tulisan ini pun subjektivitas muncul. Ungkapan dengarkan apa yang dibicarakan bukan siapa yang bicara pasti dinilainya sudah tidak relevan. Pasti terlintas, penulis ini pasti punya kepentingan tanpa mencermati apa yang saya tuliskan. Disinilah titik kita harus “kembali ke rahim ibu”. Ibu perjuangan adalah kemajuan dan kepentingan bersama bukan subjektivitas yang kini semakin nampak. banyak dari kita sekarang mengkritik bukan karena tujuan membangun, tapi terselip kebencian untuk menyalahkan. Namun kita tak sadar, ketika kritikan datang kepada kita kita langsung terbakar karena kita merasa sudah ada dalam kebenaran. Semua sudah terlalu jauh keluar jalan karena tujuan kita adalah jalan kemajuan dan kebaikan untuk semua bukan hanya untuk kita apalagi saya. Berbenah sudah saatnya, karena ketika kita jauh dari “ibu” maka penuntun kita adalah egoistis masing-masing. Kita merasa benar karena sudah tidak ada yang mampu membenarkan dan menjabarkan, kembali ke “rahim ibu” adalah keharusan agar orisinalitas tujuan tetap pada kebenaran, bukan pada kepentingan.



Penulis:
Sahabat Wahyudi
(Wakil Ketua 1 Kaderisasi)
PR. PMII Ekonomi & Bisnis

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII

Intip Kebijakan BI Dalam Menanggulangi Pandemi Covid-19 Untuk Menjaga Stabilitas Perekonomian Nasional

BI merupakan kepala ekonomi yang mengatur perekonomian di indonesia, BI yang mengendalikan bagaimana dan mau dibawa kemana perekonomian Negara ini. Dengan beredarnya wabah virus covid -19 ini yang telah mengguncang masyarakat yang berdampak beasar pada perekonomian indonesia saat ini yang mana penawaran uang semakin meningkat pesat di seluruh aspek lapisan maysarakat secara menyeluruh atau yang disebut sebagai agreget supply, dan BI harus menerapkan kebijakan-kebijakan yang harus tepat dan cepat agar perekonomian berjalan dengan stabil di tanah air.

Adapun hal yang dilakukan BI ditengah beredarnya virus korona ini adalah dengan melakukan ekspansi atau relaksasi moneter melalui penurunan tingkat suku bunga acuan sebagai instrument kebijakan moneter.

Kebijakan ekspansi moneter yang dilakukan BI antara lain, BI menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Tidak hanya dengan instrument suku bunga, BI menggunakan instrument Giro Wajib Minimum(GWM), BI menurunkan GWN rupiah sebesar 50 basis poin menjadi 5,5 %, dan menurunkan GWN valuta Asing dari semula 8% menjadi 4 %. The federal reserve system melakukan pemangkasan darurat terhadap the fund rate sebesar 50 basis poin menjadi 1%-1-25%.

Sebagai otoritas moneter, BI berperan untuk mengawal perekonomian indonesia supaya tetap dalam kondisi yang baik walaupun situasi perekonomian global sedang mengalami guncangan aggregate supply. Relaksasi moneter ditunjukkan untuk meningkatkan investasi di sector rill karena suku bunga yang lebih rendah. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan pada output perekonomian secara agreget.

Sekarang pertanyaannya bagaimana kebijakan tersebut berpengaruh dengan masyarakat? Kuy simak.

Karena virus korona ini telah meresahkan masyarakat yang mana masyarakat tidak lagi dapat dengan bebas untuk keluar rumah, dan tentunya hal tersebut membuat masyarakat mengalami penurunan pendapatan karena tidak bisa bekerja. Dengan adanya kebijakan moneter ekspansi dengan penurunan suku bunga acuan, yang mana hal tersebut tentunya berdampak pada lembaga keungan salah satunya adalah perbankan, karena bank adalah lembaga keuangan yang terjun langsung melayani transaksi perekonomin dengan masyarakat. 

Dengan memberikan kemudahan kepada bank, bank juga tentunya memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan menerapkan peraturan OJK nomor 11 tahun 2020 yang mengatur tentang peringanan kredit selama setahun.

Yang mana dengan sayarat tertentu masyarakat tidak perlu khawatir untuk membayar utangnya di bank, atau masyarakat yang berpendapatan lebih mendapatkan keringanan membayarnya dan juga penurunan suku bunga pinjaman. Hal tersebut akan menstabilkan masyarakat dan juga mandukung kebijakan pemerintah agar virus covid-19 segera berakhir dan perekonomian kembali normal secara cepat.


Penulis:
Sahabati Gustin Ningwati
(Ketua KOPRI PR. PMII Ekonomi & Bisnis)

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII

HARLAH KE-60 TAHUN, PMII DI PUSARAN MAHASISWA

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi kemahasiswaan yang berhaluan ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah telah banyak menyumbang sumber daya manusia yang berkualitas baik dari segi spiritual, moral, maupun intelektual dalam pembangunan Indonesia. banyak tokoh-tokoh hebat yang dilahirkan oleh organisasi ini yang  juga sering dibangga-banggakan oleh para kadernya.

Tergabung di PMII merupakan arahan khusus dari kakak saya agar saya tak terbawa arus islam konservatif kekanan-kananan dengan pesan intoleransi dan radikalisasi yang mewabah dikampus-kampus, terutama kampus umum yang gerakannya bisa dibilang sangat masif. Berbagai macam organisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus dengan ideologi yang berbeda-beda tentu akan meracuni otak mahasiswa-mahasiswa yang tak kuat iman, minim pengalaman, dan kurang akan pengetahuan.

Benar saja, saya adalah salah satu jenis mahasiswa yang telah di jabarkan diatas dan untung saja kakak ku lebih dulu mengenalkan ku pada PMII, organisasi kemahasiswaan yang jelas memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan yang kokoh. Hal ini tidak bisa dilepaskan dengan akar historis dari terbentuknya pmii yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Selain itu kata Indonesia yang melekat pada PMII menjadi bukti konkrit komitmen PMII terhadap keindonesiaan. Sebagaimana tujuan dari PMII yang tercantum pada Anggaran Dasar PMII BAB IV pasal 4 “Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT. Berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia”.

Panggilan sahabat adalah gelar yang diberikan setelah melewati jenjang pengkaderan pertama yang dinamakan MAPABA. Jargon “Sekali Mapaba Sejuta Sahabat” atau Sekali Mapaba Sahabat Selamanya” kerap tak asing di telinga-telinga anak-anak PMII. Benar saja, seluruh mahasiwa Indonesia yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia adalah sahabat dan bayangkan betapa banyak jumlahnya, seribu, sejuta atau jutaan lebih mahasiswa di seluruh Indonesia. Bukan hanya itu panggilan sahabat berlaku tanpa masa pensiun dan tanggal kadaluarsanya , Seumur hidup sampai ajal menjemput tetaplah menjadi sahabat.

Motto PMII adalah Dzikir, Pikir, Amal Shalih. Hati yang selalu berzikir mengingat Allah selalu terjaga setiap saat sehingga hidup penuh manfaat dengan pikiran yang jernih, ruang batin yang terisi oleh cahaya ilahi akan terefleksi dalam amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari. Berdzikir, berpikir, dan beramal shalih adalah kesatuan yang tak terpisahkan sehingga terciptanya kader ulil albab. Seperti yang tertera dalam Q.S. Ali Imron ayat 190 yang memberi gelar kepada manusia yang selalu menjaga zikir, pikir dan amal shalihnya itu dengan sebutan ulil albab.

Kader PMII dituntut untuk menyeimbangkan perannya sebagai mahasiswa dan aktivis organisasi. Sebesar 20% Kemampuan mahasiswa didapatkan dari bangku kuliah berupa hardskill, sedangkan 80% Kemampuan softskill akan terlahir dari tempaan dan aktif berproses dalam organisasi yang kita ikuti sehingga keduanya sama-sama penting yang ditekankan pada kader-kader PMII. Kuliah adalah prioritas, Organisasi adalah totalitas. 

Di PMII budaya membaca dan diskusi menjadi ruh bagi kader-kadernya. Membaca adalah sarana meluaskan pengetahuan dan mempertajam nalar kritis, mempengaruhi pola pikir kita melihat relita sosial. “Dosa seorang aktivis adalah tidak membaca” dan bulshit mereka yang ngaku aktivis, sering teriak-teriak demo, kritik sana-sini tapi jarang membaca. Langkah selanjutnya dari membaca adalah diskusi, kegiatan bertukar pikiran dan persepsi dalam suatu euforia dialektika yang memperbincangkan permasalahan dan mengupayakan penyelesaian dari suatu permasalahan. Tentu budaya-budaya intelektualitas seperti ini harus selalu ditekankan kepada kader-kadernya.

Terdapat banyak jenis karakter manusia di PMII, Dari mulai kader yang tampangnya bedugalan hingga sering dicap preman sampai dengan kader yang kemana-mana rapi dengan memakai kopiyah dan sarungan; dari yang berintelektual kritis sampai kader yang krisis intelektual; dari yang datang hanya saat makan-makan sampai dengan kader yang datang untuk belajar arti kesederhanaan dan kesusahan; dari yang aktif berproses hingga yang berpikir praktis. Tetapi itulah kelebihan PMII yakni dapat merangkul dan mendorong setiap kader dengan berbagai latar belakang yang berbeda untuk berproses secara benar sehingga budaya aswaja An Nahdliyah dan PMII menjadi ruh disetiap kehidupan para kadernya. Ber-PMII lah dengan caramu sendiri. Setiap orang memiliki fashion sendiri-sendiri dan tugas pmii terutama pengurus adalah mewadahi dan mendorong setiap potensi dan fashion para kader agar dapat berkembang dan kelak bermanfaat untuk kemaslahatan umat.



Penulis:
Kader Biru

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII

17 Apr 2020

Doa Qunut Dalam Amaliah Nahdlatul Ulama

Dalam beberapa dekade ini banyak sekali musibah-musibah yang terjadi pada Indonesia tidak terkecuali adanya penyebaran virus COVID-19 yang hingga saat ini meresahkan dunia, segala aspek perekonomian lemah tidak di pungkiri juga bahwa akan terjadi angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat.

Assalamualikum warohamtullah hi wabarokatuh.

Bagaimana dengan shalat subuh mu?
Apakah engaku selalu berjamaah?
Apakah engkau selalu menggunakan Doa Qunut dalam rokaat subuhmu ?

Di kalangan Jam'iyyah Nahdlatul 'Ulama, doa Qunut menjadi salah satu yang icon Amaliah tambahan dalam rangkaian peribadatannya. Memang tidak semua semua kalangan menyepakati bahwa melantunkan doa qunut ini merupakan anjuran dalam pelaksanaan shalat subuh. Akan tetapi yang namanya golongan Ahlu Sunnah, pasti mencari-cari kesunahan Nabi Muhammad agar shalat nya mendapatkan pahala tambahan.

Menurut imam nawawi, qunut subuh merupakan sunnah muakadah. Meninggalkannya tidak membatalkan sholat tetapi di anjurkan sujud sahwi baik di tinggalkan sengaja atau tidak.

Dalam suatu kitab fathul mu’in menyebutkan: (dan) disunnahkan (membaca doa qunut dalam shalat Shubuḥ), maksudnya di waktu i'tidal raka'at shalat subuḥ yang kedua setelah membaca dzikir yang telah biasa dibaca menurut pendapat aujah. Selain doa Qunut, ada juga doa Qunut Nadzilah yang di amalkan umat muslim untuk menghadapi persoalan keamanan, bencana alam, pertanian dan lain sebagainya.

Dalam merespon adanya penyebaran virus COVID-19, pengurus besar nahdlatul ulama (PBNU) mengintruksikan kepada seluruh keluarga besar Jam'iyyah Nahdlatul 'Ulama, serta mengajak seluruh umat muslim untuk dapat membacakan doa qunut nadzilah. 

Jadi apasih yang dimaksud dengan doa Qunut Nadzilah? Dalam sejarahnya, pernah pada suatu ketika Rasullah SAW, memberikan arahan kepada umatnya untuk melakukan doa qunut nadzilah selama satu bulan, di karenakan nabi kehilangan para sahabatnya di Bi’r Mu’anah, dan doa qunut ini di baca sebelum sujud pada saat rakaat terakhir di setiap shalat wajib.

Jadi dalam pembacaan doa qunut itu, intinya meminta pertolongan kepada Allah. Tidak ada yang namanya meminta doa itu salah ataupun sesat, yang salah itu adalah ia tidak menunaikan kewajiban untuk menunaikan sholat.

Soo, jangan kagetan. Mari kita bersama-sama berdoa, berikhtiar, percaya dan membantu pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 ini dengan #DirumahSaja.



Penulis:
Sahabat Abdul Rozak
(Wakil Ketua 1 Bidang Kaderisasi)
PR. PMII FKIP UNILA

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII



Benarkan Penyebaran Corona Dapat Melalui Hewan Sekitar?

Apakah benar hewan sekitar dapat tertular dan menularkan virus COVID-19? Bagaimana mekanisme penularan virus COVID-19 ini? Lalu apakah orang yang sudah sembuh dapat terkena penyakit lagi?

Assalamu’alaikum, Halo sobat berdasi! Bagaimana dengan WFH-nya? Semoga tetap semangat dan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Setelah beberapa lama kita tidak berjumpa lewat tulisan. Kali ini saya selaku penulis sejenak terbesit dalam pikiran saya bahwa “Apakah hewan sekitar seperti kucing, d.l.l. dapat tertular dan menularkan virus COVID-19?” yang tentunya mengundang keresahan sekaligus membangkitkan ketertarikan dalam diri saya untuk mencari tahu lebih lanjut tentang virus ini. Yuk simak sampai tulisan ini selesai!

Seiring dengan tayangan yang diunggah oleh iNews pada Minggu, 12 April 2020 mengenai penjelasan ahli virologi terkait hewan tularkan virus corona. Ketika drh. Moh Indro Cahyono selaku virology ditanyakan mengenai apakah virus ini telah mengalami mutasi dalam perkembangannya, ia menjawab, “Virus ini tidak mungkin bermutasi dalam waktu singkat dan dalam waktu cepat. Permasalahannya adalah hasil dari test yang menunjukkan respon positif  berdasarkan test pcr yang didapat dari test swab atau test preparat ulang.”

“Jika di dalam satu wilayah terjadi outbreak atau wabah maka hampir sebagian besar makhluk hidup termasuk manusia dan mungkin bahkan harimau yang ada di lingkungan pada saat terjadi wabah dilakukan uji swab, maka akan sangat memungkinkan mendapat hasil positif. Namun permasalahannya adalah apakah virus ini apakah bisa menempel pada makhluk hidup lain atau tidak? Virus covid-19 hanya dapat menempel ke reseptor yang ada di manusia, sehingga dapat menginfeksi pada manusia saja”, tambah Ahli Virologi itu.

Mendapat penjelasan seperti itu membuat saya menghela napas karena dapat mengurangi kekhawatiran saya, namun ini tidak menurunkan rasa ingin tahu saya. Selanjutnya timbul pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan reseptor dan bagaimana bisa COVID-19 ini menginfeksi seperti yang dibicarakan sebelumnya?

Berdasarkan dari laman livescience.com, semua jenis virus corona, termasuk SARS, MERS, dan COVID-19 menempel pada sel manusia melalui spike protein. Ketika spike protein menempel atau terikat pada reseptor sel manusia (ACE2), membran virus akan bergabung dengan sel manusia. Hal ini memungkinkan genom virus untuk masuk ke dalam sel manusia.  Setiap jenis virus corona ini memiliki struktur spike protein yang berbeda. Hanya saja, pada COVID-19, struktur protein lonjakannya berbeda dengan virus corona yang lainnya.

Nah, kurang lebih begitu cara penularannya, Sobat Berdasi! Lalu apakah orang yang sudah pernah tertular lalu sembuh dapat terkena penyakit lagi layaknya penyakit cacar atau influenza ketika terpapar kembali? Tentu tidak, dong! Karena orang yang sudah sembuh akan memiliki sel memori yang dapat memicu sistem imunitas tubuh akan memberantas virus COVID-19 ini. Lalu apakah “orang yang sudah kebal” ini akan menuarkan ke orang lain? Tentu tidak juga! Namun tetap dapat menularkan lewat pakaian atau barang-barang dari orang yang sudah sembuh ini ke orang lain. Orang ini disebut Vector atau yang lebih dikenal dengan orang yang tidak terinfeksi namun membawa virus lewat permukaan tubuh atau permukaan benda dan pakaian. 


Penulis:
Sahabat Dicky Rachmansyah
(Ketua II Eksternal)
PR. PMII PERTANIAN UNILA

Di Kelola Oleh:
(Biro III Eksternal / Media)
PK PMII Universitas Lampung XXXVIII

9 Apr 2020

APA KABAR GERAKAN?

Sambut hari bersejarah lahirnya PMII yang ke 60 tahun, Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Lampung adakan diskusi online.

Dengan mengangkat tema "Bincang Kaderisasi Ditengah Pandemi Covid-19” agenda tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Minggu, 12/04/2020 bertepatan pada pukul 19.30 WIB melalui aplikasi zoom class meeting.

Sahabat Rama rizki putra, selaku wakil ketua 1 bidang internal / kaderisasi PMII Universitas Lampung mengatakan bahwa; 'Agenda ini merupakan salah satu sarana bagi para warga pergerakan, terkhusus bagi para anggota, maupun kader PMII Komisariat Unila untuk dapat saling berbagi pemahaman, bertukar pikiran mengenai bagaimana nasib keberlangsungan kaderisasi ditengah wabah virus yang tak kunjung usai. Terlebih, kedepan kita akan menyambut para mahasiswa baru tahun ajar 2020 untuk menjadi bagian Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung' _Ucapnya.

Senada dengan Rama. Sahabat Radhatul Nasikhin, selaku ketua Komisariat PMII Universitas Lampung periode 2019-2020 juga mengatakan bahwa; dengan adanya pandemi ini, sedikit berdampak dan membuat segala bentuk aktivitas formal, non-formal serta informal keorganisasian terhadambat, terutama pada wilayah kaderisasi sebagai jantung gerakan. Nasikhin berharap, pandemi ini segera teratasi dan tidak lupa berpesan kepada seluruh anggotanya untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan Stay at home guna membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Agenda ini sejatinya merupakan hasil atas kerjasama struktural yang diinisiatori oleh Bidang Eksternal, yang diketuai langsung oleh Sahabat Mustafa Azhom, atau akrab disapa (Gus Azhom) dengan Bidang Kaderisi PMII komisariat unila, yang diketuai oleh Sahabat Rama rizki putra. 

Dalam agenda ini, diksusi akan dipimpin langsung oleh Sahabat Rama selaku moderator, dan Sahabat Satria Efendi (Kaderisasi Nasional PB PMII periode 2017-2019) sebagai pembicara utama. 

Untuk sahabat-sahabat yang ingin berpartisipasi dalam agenda tersebut, dapat mengkonfirmasi dan mendaftarkan diri dengan format (DAFTAR_Nama_Rayon_Komisariat) dan dikirimkan langsung melalui nomor 0857-1341-6598 atas nama Sahabati Siti Habibah.

Selanjutnya, seluruh peserta yang terdaftar akan mendapatkan penghargaan berupa E-Sertifikat sebagai tanta ucapan terimakasih atas partisipasinya dalam agenda tersebut.

Note:
Peraturan Diskusi
1. Dilarang berbicara saat Pemateri sedang memaparkan materi.
2. Dianjurkan berpakaian sopan.
3. Dianjurkan menggunakan haed set.
4. Berbicara hanya ketika moderator telah mempersilakan.

Etika Bertanya
1. Jika ingin bertanya, klik lambaikan tangan.
2. Sebutkan nama, asal rayon & komisariat.
3. Pertanyaan singkat dan jelas.
4. Tidak diperkenankan untuk membuat pernyataan yang menyudutkan.



Penulis:
Sahabat M. Irfan Arrafi'i
Kepala Biro III Eksternal
(Media Komunikasi & Informasi PMII Unila)

Ubudiah

Ilmu

Aswaja